Langsung ke konten utama

Keputusan Kepala BSKAP Nomor 058/H/2025 Tentang Alur Perkembangan Kompetensi

Penjelasan Kepala BSKAP Nomor 058/H/2025 Tentang Alur Perkembangan Kompetensi dan Pengaruhnya bagi Pendidikan Vokasi di SMK

1. Apa Itu Keputusan Kepala BSKAP Nomor 058/H/2025?

Keputusan ini diterbitkan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) sebagai pedoman resmi yang mengatur Alur Perkembangan Kompetensi (APK) di seluruh jenjang pendidikan, termasuk SMK.
Intinya, APK berfungsi sebagai peta jalan kompetensi yang menggambarkan tahapan kemampuan yang harus dikuasai peserta didik secara berkelanjutan dari fase ke fase.

Tidak ada drama. Tidak ada alur cerita yang memutar. Hanya dokumen pemerintah yang mencoba merapikan dunia pendidikan yang memang suka berantakan sendiri.


2. Inti dari Alur Perkembangan Kompetensi (APK)

APK dirancang agar pembelajaran:

Bertahap dan berjenjang

Setiap kompetensi dibangun dari penguasaan kompetensi sebelumnya. Jadi siswa tidak “lompat-lompat” belajar.

Terukur

Guru dapat memastikan apakah siswa sudah memenuhi kemampuan esensial sebelum lanjut ke kompetensi berikutnya.

Konsisten antar mata pelajaran

APK menyatukan arah pembelajaran sehingga tidak ada materi yang berdiri sendiri tanpa keterkaitan antar pencapaian.

Berbasis kompetensi

Yang dinilai bukan hafalan atau tumpukan catatan, namun apa yang siswa mampu lakukan .


3. Pengaruh Keputusan Ini bagi Pendidikan Vokasi di SMK

Nah, bagian ini yang bikin SMK langsung ikut terdampak. Dan ya, dunia SMK memang tidak pernah membiarkan hidup tenang.

A. Pembelajaran Produktif Jadi Lebih Terstruktur

Guru produktif TJKT, TKJ, DKV, TBSM, dan lain-lain dapat menyusun pembelajaran sesuai alur perkembangan kompetensi.
Misalnya:
instalasi sistem operasi → konfigurasi → optimasi → pemecahan masalah.
Semua itu bukan lagi “terserah guru”, tapi mengikuti alur nasional.

B. Memudahkan Penyusunan ATP, Modul Ajar, dan Penilaian

ATP dan modul terbuka di Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada APK.
Dengan adanya Keputusan 058/H/2025, guru SMK mempunyai dasar hukum yang jelas untuk:

  • Menentukan urutan materi

  • Menyusun tujuan pembelajaran

  • Merancang projek vokasi

  • Pembuatan rubrik asesmen praktikum

Ini mengurangi potensi “pusing berjamaah” saat IHT kurikulum atau pengawasan kepala sekolah.

C. Menguatkan Pendekatan Berbasis Keterampilan Kerja

APK membantu memastikan siswa SMK tidak hanya menguasai teori, tetapi juga keterampilan teknis yang relevan dengan dunia kerja.

Contoh pada kompetensi jaringan:
penguasaan kabel → penguasaan perangkat jaringan → penguasaan konfigurasi dasar → simulasi → implementasi lapangan → manajemen jaringan.

Dengan alur ini, pembelajaran vokasi jadi lebih mirip jalur pembelajaran industri.

D. Mempermudah Sinkronisasi dengan Dunia Industri

Dengan kompetensi yang urut dan tidak tumpang tindih, industri akan lebih mudah:

  • menilai kompetensi siswa PRAKERIN/PKL

  • memahami tingkat kemampuan lulusan

  • berkolaborasi dalam TEFA

  • melakukan sertifikasi kompetensi

Industri suka hal yang rapi. SMK kadang tidak. Keputusan ini membantu sedikit memperbaiki keadaan.

e. Memperjelas Kenaikan Fase dan Kemajuan Belajar Siswa

APK memberikan indikator yang jelas:
kapan siswa dianggap “siap naik fase”, dan kapan belum.

SMK akhirnya mempunyai tujuan untuk:

  • perbaikan

  • penguatan kompetensi dasar

  • penilaian praktik berbasis kinerja

  • klasifikasi kesiapan PKL/karya proyek

F. Mendorong Pembelajaran yang Lebih Fleksibel tapi Terarah

SMK dapat menyesuaikan konteks industri lokal, namun tetap mengikuti jalur perkembangan kompetensi nasional.
Jadi tidak ada lagi kesenjangan besar antar-SMK yang membuat lulusan kualitasnya timpang.


4. Mengapa Keputusan Ini Penting bagi Guru SMK?

Karena:

  • Dokumen ini menjadi acuan penyusunan dokumen kurikulum sekolah

  • Jadi dasar evaluasi supervisi pembelajaran

  • Menentukan arah IHT sekolah (ATP, modul terbuka, asesmen, TEFA)

  • Menjadi referensi audit mutu pendidikan

  • Menjadi pedoman saat mengajukan konsentrasi keahlian baru

Singkatnya, jika guru SMK mengabaikan keputusan ini, siap-siap keteteran saat penyusunan dokumen kurikulum dan penilaian.


5. Kesimpulan

Keputusan Kepala BSKAP Nomor 058/H/2025 merupakan pedoman penting yang memastikan kompetensi siswa berkembang secara sistematis dan relevan dengan kebutuhan industri.
Bagi SMK, dampaknya sangat besar dalam penyusunan pembelajaran vokasi yang konsisten, terukur, dan sesuai kebutuhan dunia kerja.

Selengkapnya tentang Keputusan Kepala BSKAP Nomor 058/H/2025 Tentang Alur Perkembangan Kompetensi dapat dilihat di sini.

Agar blog ini semakin bermanfaat dan jangkauannya lebih jauh Bapak/Ibu bisa bagikan link blog ini http://wakakursmkjawatimur.blogspot.com kepada sekolahnya, teman, relasi atau siapa saja. 

Jangan lupa tinggalkan pesan di kolom komentar, bila ada materi yang dibutuhkan

Dan untuk Bapak/Ibu yang tertarik di bidang kurikulum, bisa bergabung di WA Grub Forum Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMK Jawa Timur pada Link di bawah ini : 

(1) Link WA Grub Forum #1 (Penuh)

(2) Link WA Grub Forum #2

(Pilih salah satu link dan WAJIB konfirmasi ke Admin)
Link WA Groub dapat di lihat di deskripsi judul blog ini.

Terima kasih.

Related Posts

Komentar