✅ Apa itu e-Rapor SMK 2025
-
e-Rapor SMK adalah aplikasi/perangkat lunak berbasis web yang dikhususkan untuk manajemen penilaian dan pelaporan hasil belajar siswa pada jenjang SMK.
-
Aplikasi ini dibangun dengan mengacu pada kaidah asesmen dalam berbagai panduan resmi (misalnya untuk Kurikulum Merdeka maupun Kurikulum 2013 revisi, serta pedoman projek P5, kokurikuler dsb).
-
e-Rapor SMK 2025 tersedia secara gratis bagi seluruh SMK di Indonesia — baik yang memakai Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka.
🎯 Tujuan dan Manfaat e-Rapor SMK
Menurut Kemendikdasmen, penggunaan e-Rapor bertujuan untuk:
-
Membantu sekolah mengelola hasil belajar secara lebih sistematis, transparan, dan akuntabel.
-
Mendukung penilaian khas SMK — termasuk praktik, praktik kerja lapangan (PKL), uji kompetensi keahlian/UKK, dan uji unit kompetensi.
-
Memudahkan sinkronisasi data dengan Dapodik (Data Pokok Pendidikan), sehingga data sekolah dan siswa lebih konsisten dan terintegrasi.
-
Mendukung transparansi dan kebisingan penilaian — termasuk saat siswa mendaftar lanjut ke perguruan tinggi atau uji kompetensi eksternal — karena data rapor sudah terdigitalisasi.
-
Mengurangi beban administrasi guru dan sekolah dibandingkan laporan manual, terutama dalam pengolahan nilai, input data, pencetakan laporan, arsip, dan pelaporan ke pihak luar.
🧰 Fitur Utama e-Rapor SMK 2025
Versi terbaru e-Rapor SMK dilengkapi fitur-fitur yang relevan dengan kebutuhan SMK, di antaranya:
-
Input dan manajemen nilai akademik (pelajaran umum)
-
Penilaian praktik kejuruan — termasuk PKL, uji kompetensi keahlian (UKK), uji unit kompetensi
-
Manajemen proyek & pencapaian proyek (termasuk bagi sekolah yang menggunakan pendekatan proyek seperti di Kurikulum Merdeka)
-
Fitur untuk input dan cetak rapor — legér nilai, raport per siswa, raport per kelas (semester), dsb.
-
Sinkronisasi data dengan Dapodik: tarik data master (siswa, guru, rombongan belajar) dari Dapodik; serta kirim nilai ke Dapodik bila diperlukan.
-
Pengaturan pengguna: akun untuk admin/operator, guru, wali kelas, siswa (tergantung peran) dengan hak akses sesuai.
-
Kemampuan mencadangkan dan memulihkan data — penting untuk keamanan data jangka panjang.
📥 Persyaratan & Prosedur Implementasi di Sekolah
Bagi SMK yang ingin mulai menggunakan e-Rapor, ada beberapa persyaratan dan langkah teknis berdasarkan panduan resmi:
-
Pastikan data master di Dapodik (sekolah, siswa, guru, rombel/kelas) sudah lengkap dan benar sebelum menarik ke e-Rapor(wakakursmkjawatimur.blogspot.com+ 2Direktorat SMK+ 2)
-
Siapkan infrastruktur: server (minimal sesuai spesifikasi), jaringan lokal (LAN) atau akses internet / cloud server jika dipakai eksternal. e-Rapor mendukung konfigurasi server lokal maupun cloud.
-
Instal aplikasi e-Rapor SMK sesuai panduan versi 2025; buat akun pengguna (admin, guru, siswa) melalui menu “generate pengguna”.
-
Lakukan import data dari Dapodik (tarik data master), lalu input nilai, data kehadiran, data PKL/UKK, proyek, dsb sesuai kebutuhan sekolah dan kurikulum.
-
Setelah semua data selesai, guru/wali kelas dapat mencetak raport (legér, raport siswa, laporan kompetensi), dan jika perlu — melakukan sinkronisasi / ekspor ke Dapodik.
🎓 Bagaimana e-Rapor SMK Membantu SMK di tahun 2025
-
Untuk SMK yang memakai kurikulum vokasi dan banyak komponen praktik, e-Rapor memberikan cara penilaian yang terstruktur dan sesuai karakteristik vokasi.
-
Data pelajar jadi terdokumentasi secara rapi dan bisa digunakan untuk keperluan akreditasi, laporan ke orang tua, serta seleksi lanjut ke perguruan tinggi atau dunia kerja.
-
Mengurangi beban administratif guru — data lebih cepat diproses, kesalahan manual lebih kecil, mudah dicadangkan, dan hasil rapor lebih profesional.
-
Karena terintegrasi dengan Dapodik, data sekolah dan siswa menjadi lebih konsisten — ini penting bagi kebijakan pendidikan nasional, pemetaan mutu, dan program lanjutan seperti seleksi perguruan tinggi.
🔎 Untuk Siapa Panduan Ini — dan Saran Untuk Sekolah
Panduan e-Rapor SMK ditujukan untuk: administrator sekolah, operator, guru mata pelajaran, wali kelas, serta kepala sekolah.
Saran bagi sekolah yang belum memakai e-Rapor:
-
Lakukan persiapan data di Dapodik sejak awal semester agar saat menarik data ke e-Rapor tidak ada masalah.
-
Pastikan ada personel IT / operator yang mengerti instalasi dan manajemen server/jaringan — terutama jika menggunakan server lokal.
-
Gunakan e-Rapor sejak awal tahun ajaran agar semua data (nilai, kehadiran, proyek, PKL) tercatat secara berkelanjutan dan tidak menumpuk di akhir semester.
-
Adakan sosialisasi ke guru, wali kelas, dan siswa agar semua pemahaman cara akses, input, dan unduh laporan.
Komentar
Posting Komentar